Kelas Inspirasi Surabaya yang telah tiga kali diadakan sukses melibatkan ratusan relawan peduli pendidikan dari berbagai kalangan, melihat dengan jelas mengenai fakta pendidikan di Surabaya. Pada tahun ini, Kelas Inspirasi Surabaya mengadakan kegiatan baru sebagai bentuk tindak lanjut dan pembuktian bahwa Kelas Inspirasi tidak berhenti hanya disatu hari. Kegiatan ini kami namakan Kelas Inspirasi Surabaya Mlaku.

Guru SD BriefingPerwakilan SD yang Akan Mengikuti KIS Mlaku

Berbeda dengan pelaksanaan Kelas Inspirasi pada umumnya, Kelas Inspirasi Surabaya Mlaku atau KIS Mlaku tidak lagi menghadirkan profesional dalam ruang kelas dan belajar siswa namun sebaliknya, mendatangkan siswa dalam ruang belajar dan bekerja para profesional. Sekolah peserta-pun beragam, tidak hanya sekolah dasar negeri namun juga swasta dengan beragam latar belakang. Kegiatan ini memang mengusung tema keberagaman demi menyatukan dan menghancurkan tembok perbedaan sehingga tidak lagi terkotak-kotak.

Hari ini, Sabtu (31/10/2015) diadakan briefing pelaksanaan KIS Mlaku yang mana mendatangkan semua pihak terkait yang biasa kamu sebut dengan relawan sekolah, perusahaan, fasilitator, fotografer, dan videografer. Sebelumnya kami telah membuka pendaftaran untuk relawan fasilitator, fotografer, dan videografer. Lalu dengan segala pertimbangan, kami memilih lima sekolah dengan dua SD Negeri yang dulunya peserta Kelas Inspirasi untuk berkunjung ke lima perusahaan yang berlokasi di Surabaya dengan lima profesi berbeda yang akan menjadi relawan pengajar. Total siswa secara keseluruhan adalah 174 siswa yang berasal dari SDN Bangkingan II, SDN Putat Jaya I, SD IVY, SD St. Mary, dan SD Khadijah Pandegiling. Kemudian mereka akan berkunjung ke lima perusahaan, yaitu TVRI, MOLINA ITS, PUSVETMA, PROVEST, dan AUTO2000.

Pembukaan Briefing KIS MlakPembukaan Briefing Dilakukan dengan Bernyanyi Indonesia Raya

Acara briefing dimulai pukul 09.30 di IVY School, Wiyung. Namun, para panitia dan fasilitator telah berdatangan mulai pukul 07.00. Kemudian mereka berkenalan satu sama lain, karena pada briefing ini merupakan pertama kali kesempatan mereka untuk bertemu secara bersama. Mereka bersiap-siap untuk menyiapkan tempat, menata kursi, dan memasang backdrop di selasar lantai dua. Setelah itu mereka menyiapkan buku catatan untuk dibagikan para siswa dan dilanjutkan dengan membahas rundown pada Hari Inspirasi yang dilaksanakan tanggal 11 November. Hari Inspirasi adalah hari di mana KIS Mlaku ini dilaksanakan. Seperti dua tahun silam ketika Kelas Inspirasi Surabaya 2 dilaksanakan, KIS Mlaku ini tepat pada tanggal 11 November 2015, sehari setelah masyarakat Surabaya upacara memperingati Hari Pahlawan.

Terkadang sempat terpikirkan di benak panitia, “Akankah para relawan dari sekolah atau relawan perusahaan bisa datang pada briefing kali ini? “ Terbayang juga bagaimana repotnya mendatangkan 174 siswa sekaligus untuk kemudian dinaikkan ke angkutan atau bis bersama-sama menuju lima perusahaan yang berbeda. Padahal siswa-siswa tersebut berasal dari Sekolah Dasar yang berbeda-beda. Memang diam-diam cari urusan. Urusan hidup sendiri saja masih menumpuk, tapi malah mengurusi urusan relawan-relawan seperti ini.

Diskusi Rombel Saat BriefingDiskusi Tiap-Tiap Rombongan Belajar

Jam telah menunjukkan pukul 09.30 dan para perwakilan dari sekolah-serta perusahaan telah datang. Akhirnya MC pun memulai acara. Dengan ice breaking yang luar biasa meriah, akhirnya MC berhasil memecah keheningan. Dan betapa menariknya ketika melihat relawan-relawan yang saling berkenalan satu sama lain melalui ice breaking tersebut. Waktu demi waktu pun berlalu hingga kami memaparkan rundown Hari Inspirasi, hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak, tips untuk meluweskan urat tegang , dan lain sebagainya.

Tiba-tiba kami merasa bahwa satu keluarga besar telah terbentuk lagi, seperti Kelas Inspirasi yang sebelum-sebelumnya. Dan seperti biasa bahwa kita akan melihat keindahan dari gerakan ini, yaitu gerakan ini tidak atas nama siapa-siapa, namun semua orang yang ada mengambil bagian dan mengerjakan apa yang masing-masing bisa kerjakan. Seperti yang kita ketahui bahwa hidup ini hanya sekali. Kita akan sangat merugi jika hanya mengeluh sana-sini, tapi tidak pernah ikut beraksi. Tidak peduli siapa yang menjadi pemimpin negeri, ini adalah PR bukan untuk pemerintahan saja. Pendidikan juga bukan hanya PR guru dan dinas pendidikan saja. Namun ini adalah PR kita semua.

Ada peribahasa berbahasa Inggris bilang, “It takes a village to raise a child“. Dan pagi ini ketika briefing bersama, kami telah melihat dengan jelas gelombang baru sebuah gerakan yang melibatkan setiap elemen kota, warganya, fasilitasnya, dan atmosfernya untuk mulai dibangun dan berbenah sesuai dengan kalimat “Anak Belajar Sekota Mengajar”.

Foto Bersama Briefing KIS MlakuFoto Bersama di Sesi Akhir Briefing

 

Artikel Oleh : Juli Indawati dan Rafika Nilasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares